Thursday, March 15, 2007

Sebuah Kemenangan...

Hari Kamis,, ahh.. hari yang sangat menyebalkan buat gue,, karena gue mesti merasakan yang namanya terkena debu dan terbakar sinar matahari... semua itu terjadi karena gue mesti kuliah di Jatinangor-nan-panas-dan-berdebu.. *dibakar orang jatinangor* kan kasian kulit gue yang berwarna sawo matang ini... *digetok* bisa-bisa malah jadi kulit sawo terlalu matang... kan mahal perawatannya tau!! *dicekek*

perjalanan menuju kampus dapat saya lalui dengan aman karena waktu masih menunjukkan pukul delapan pagi ketika saya tiba di kampus,, debunya masih sedikit.. jadi muka gue yang imut dan lucu ini masih enak dipandang... *dilempar uler*

NAH..

ketika perjalanan pulang,, (muka udah kumel kaya lap meja, gara-gara debu jatinangor sialan itu,,, *dibakar lagi*) ada sesuatu hal yang sangaaat menyenangkan (menyebalkan buat kenek bus),, dan itu menyangkut kelebihan saya.. seorang Dharma..

di dalam bus damri yang penuh sesak...

Tukang Asongan : "yang dingin yang dingin... mas mas,,, yang dinginnya mas..." *sambil menyodorkan barang dagangannya kepada seorang mahasiswa-entah-siapa-namanya..*

Tukang Jualan Tisu : *setelah tukang asongan lewat* "mari mari mari tisunya.. tisunya... cuman seribu rupiah saja..." *menawarkan barang dagangannya juga*

bus pun berjalan dengan diiringi lantunan lagu sebuah band terkenal yang dialunkan oleh pengamen cilik.... dan setelah beberapa menit, sang kenek beraksi menarik bayaran dari para penumpang...

Kenek bus : *mengerincingkan uang receh*
Penumpang lain : *mengeluarkan uang,, segera membayar,, takut dilempar keluar..*
Kenek Bus : *berjalan, sambil mengumpulkan uang, dan tau-tau udah ada disamping gue..*
Dharma : nih pak,, *menyodorkan selembar uang Rp. 20000*
Kenek Bus : *menerima uang* satu orang?? *sambil melayangkan pandang mengernyit menyebalkan*
Dharma : *mengangguk, tanda mengiyakan*
Kenek Bus : *menyerahkan kembalian dengan menggerutu sambil ngeloyor pergi*
Dharma : *tersenyum penuh kemenangan,,,, karena gue makan porsi duduk dua orang,, bayarnya cuman satu,,, shalalalala...*

oiya,, ada ibu-ibu yang duduk disamping gue waktu momen itu terjadi,,, (disebelah dalam) ketika ada orang lain yang mau duduk disamping gue.. (gue duduk di tengah) otomatis ibu-ibu itu harus sabar dan menarik napas ketika terkena serangan-desakan-paha-saya-karena-ada-orang-lain-duduk-di-samping-kiri dari saya,,, dan menarik napas lega ketika orang yang duduk disamping kiri gue udah turun dari bus,,

ternyata hidup itu indah yaaa...

1 comment:

Helen said...

Hauhauhauha... kedengerannya seneng sekali toh bayar 1 dpt 2 ya? LOL

Kasian ibu2nya... hauhauhuah..